Tuesday , October 15 2019
Home / Headline / Apa Hukumnya Memakai Cadar Ketika Sedang Sholat?

Apa Hukumnya Memakai Cadar Ketika Sedang Sholat?

(Mata-Media.Net)Asslkm ust, gmn hukumnya make cadar ketika sholat? Apakah hal itu diperbolehkan ato hrs dilepas cadarnya? Krn klo kita melepas cadar sdagkan sholat kita ditmpt umum, maka wajah kita akan terlihat laki2 yg bkn mahrom kita. Jazakumullah [Anessa]

Jawaban Ustadz Qutaibah Muslim [Pengampu Rubrik Konsultasi Mata-Media.Net]

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarokaatuh… Alhamdulillah wash-sholatu was-sallam ‘ala Rasulillah wa ba’du.. Kepada ukhty Anessa yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan semoga Allah memberikan keistiqomahan kepada anti dalam memakai jilbab cadar.

Tidak diragukan lagi menurut pendapat yang paling rajih bahwa seorang wanita Muslimah diwajibkan untuk menutup seluruh anggota tubuhnya termasuk wajah dan telapak tangannya ketika keluar rumah dan dari pandangan laki-laki ajnabi (laki-laki yang bukan mahramnya). Allah Ta’ala berfirman,

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka”. (QS. An-Nur 24 : 31)

Dalam ayat yang lainnya, Allah Ta’ala juga berfirman,

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi,katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ahzab 33 : 59)

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah memerintahkan kepada istri-istri kaum Mukminin, jika mereka keluar rumah karena suatu keperluan, hendaklah mereka menutupi wajah mereka dengan jilbab (pakaian semacam mukena) dari kepala mereka. Mereka dapat menampakkan satu mata saja”. (Jami’ Ahkamin Nisa IV/513)

Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata, “Ayat-ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, dan didalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita”. (Hirasah Al-Fadhilah, hal. 51)

Adapun ketika sholat, maka dilarang bagi seorang wanita mengenakan cadar ataupun penutup muka yang lainnya. Dalil yang menunjukkan larangan memakai cadar ataupun penutup muka yang lainnya ketika sholat salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ; نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُغَطِّيَ الرَّجُلُ فَاهُ فِي الصَّلَاة

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang menutup mulutnya ketika sholat”. (HR. Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah 3/230)

Dalam hadits diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang menutup mulutnya pada saat sholat, baik dengan kain atau yang semakna dengannya. Maka dari itu, memakai cadar secara otomatis akan menutup mulut. Oleh karena itu, larangan menutup mulut saat sholat mencakup larangan bercadar saat sholat, karena memakai cadar pasti akan menutupi mulutnya.

Dan larangan menutup muka ketika sholat dalam hadits diatas adalah bersifat makruh, bukan perkara haram yang bisa membatalkan sholat. Karena untuk menyimpulkan sebuah larangan dalam sholat bermakna haram yang membatalkan sholat, maka harus bisa dibuktikan berdasarkan nash (dalil) bahwa larangan tersebut membuat sholat yang dilakukan dianggap tidak sah atau ada perintah lugas untuk mengulangi sholat.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’ mengomentari hadits larangan menutup wajah saat sholat, dan beliau berkata,

 أنها كراهة تنزيهية لا تمنع صحة الصلاة

“Bahwa larangan tersebut bersifat karohah tanzih (makruh bukan haram) dan tidak mencegah dari sahnya sholat (tidak membatalkan sholat)”.

Dan diantara alasan utama dimakruhkannya memakai penutup muka (cadar) ketika sholat adalah dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar seseorang ketika sujud itu dengan tujuh (7) anggota badannya, yaitu dahi (termasuk hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung kaki tanpa penghalang.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ وَلَا نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعَرَ.

“Aku diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan 7 tulang (anggota sujud); kening -beliau lantas memberi isyarat dengan tangannya menunjuk hidung- kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari dari kedua kaki dan tidak boleh menahan rambut atau pakaian (sehingga menghalangi anggota sujud)”. (HR. Bukhari 3/298)

Sedangkan memakai cadar ketika sholat otomatis akan menghalangi pelaksanaan perintah sujud dengan menempelkan dahi dan hidung pada tempat sujud. Sehingga, disinilah titik atau alasan utama dilarangnya memakai cadar ketika sholat.

Dan ternyata, larangan memakai cadar bagi wanita bukan hanya pada saat sholat, akan tetapi juga pada saat seseorang sedang mengerjakan ibadah haji khususnya ketika ihram. Hal ini sebagaimana hadits dari Imam Bukhari yang meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

“Seorang laki-laki datang lalu berkata: “Wahai Rasulullah, pakaian apa yang baginda perintahkan untuk kami ketika ihram? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Janganlah kalian mengenakan baju, celana, sorban, mantel (pakaian yang menutupi kepala) kecuali seseorang yang tidak memiliki sandal, hendaklah dia mengenakan sapatu tapi dipotongnya hingga berada di bawah mata kaki dan jangan pula kalian memakai pakaian yang diberi minyak wangi atau wewangian dari daun tumbuhan. Dan wanita yang sedang ihram tidak boleh memakai cadar (penutup wajah) dan sarung tangan”. (HR. Bukhari 6/374)

Dan kesimpulan dari pertanyaan diatas adalah, dikarenakan makruhnya seseorang memakai penutup muka ketika sholat, akan tetapi bagi seorang wanita juga memiliki kewajiban untuk menutup muka atau wajahnya ketika berda diluar rumahnya, maka ketentuan memakai cadar bagi wanita dalam sholat harus diperinci sebagai berikut:

1. Jika sholatnya ditempat tertutup, seperti dirumah, atau tempat sholat khusus wanita dan lain sebagainya, tanpa memungkinkan adanya penglihatan dari lelaki ajnabi (yang bukan mahramnya), maka memakai cadar tetap makruh hukumnya.

2. Sementara itu, jika sholatnya wanita itu adalah ditempat umum yang memungkinkan dilihat oleh lelaki ajnabi, maka memakai cadar hukumnya menjadi mubah bahkan sunnah, dikarenakan kewajiban menutup muka atau wajah dihadapan lelaki yang bukan mahram mampu menggugurkan makruhnya memakai cadar ketika sholat. Wallahu A’lam.. [RMC]

Check Also

Pejuang IS Serang Markas Koalisi Salibis Internasional di Hasakah

HASAKAH (Mata-Media.Net) – Setelah menyerang markas intelijen milisi Komunis PKK, pejuang Islamic State (IS) juga menyerang ...