Tuesday , August 20 2019
Home / Headline / Perlakuan Pemerintah Indonesia Berbeda Terhadap Ustadz Ba’asyir & Vanessa Angel

Perlakuan Pemerintah Indonesia Berbeda Terhadap Ustadz Ba’asyir & Vanessa Angel

JAKARTA (Mata-Media.Com) – Meski sama-sama menggunakan alasan kemanusiaan dan kesehatan, namun perlakuan pemerintah Indonesia terhadap seorang ulama yang sudah sepuh, yakni ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan terhadap tersangka kasus pelacuran online, Vanessa Angel sangat berbeda.

Ustadz Ba’asyir sebelumnya dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (18/1/2019) lalu melalui kuasa hukum Capres Jokowi-Ma’ruf Amin, yakni Yusril Ihza Mahendra akan dibebaskan tanpa syarat apapun dengan alasan kemanusiaan dan kesehatan ustadz Ba’asyir yang sudah sakit-sakitan dan uzur.

Namun setelah mendapatkan penolakan keras dari sejumlah pihak, baik negara-negara Kafir barat seperti Australia dan Amerika Serikat (AS) serta sejumlah menteri dari kabinetnya, akhirnya Jokowi menjilat sudahnya sendiri dan tidak jadi membebaskan pendiri Ponpes Islam Al-Mukmin Ngruki Solo dengan sejumlah alasan.

Padahal sebelumnya, ustadz Abu Bakar Ba’asyir jauh-jauh hari sudah direkomendasikan oleh sejumlah dokter ahli yang merawatnya agar dirawat di rumah oleh keluarga dan tidak sepatutnya ditahan. Namun hingga kini ulama kharismatik kelahiran Jombang, Jawa Timur (Jatim) itu masih tetap ditahan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Anggota tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Meaty pada Selasa (29/1/2019) ketika menemani ustadz Ba’asyir menjalani pemeriksaan kesehatan kembali di RSCM menyatakan bahwa ustadz Ba’asyir harus dirawat di rumah. (Baca: Ustadz Ba’asyir Kembali Cek Kesehatan di RSCM Ditengah Polemik Pembebasan)

Meaty menambahkan, ustadz Abu Bakar Ba’asyir harus mendapatkan perawatan intensif. Bahkan, dokter spesialis penyakit dalam, ortopedi, dan bedah vaskuler di RSCM sepakat dengan dokter dari MER-C jika ustadz Ba’asyir seharusnya tidak lagi ditahan, namun harus dirawat di rumah.

“Jadi menurut kami dari pihak medis ustadz Abu dalam keadaan gini dan umur segini harus home care atau sudah harus dibebaskan dari penjara,” tandasnya. (Baca: Dokter: Ustadz Ba’asyir Harusnya Dirawat di Rumah & Bukan Ditahan)

Namun tak berselang lama, pemerintah Indonesia menggunakan standar ganda dalam mengunakan dasar dan alasan kemanusiaan. Warga masyarakat Indonesia pun dianggap orang bodoh oleh pemerintah Indonesia untuk melihat statemen dan perilaku para pejabat dan aparat keamanan di Indonesia.

Vanessa Angel yang sudah berstatus sebagai tersangka kasus pelacuran online tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Polda Jatim beralasan, Vanessa tak ditahan karena mempertimbangkan faktor kemanusiaan dan kesehatan. (Baca: Tersangka Pelacuran Online Vanessa Angel Tak Ditahan Polisi dengan Alasan Kesehatan & Kemanusiaan)

Padahal sebelumnya, aktris FTV yang juga disebut-sebut melayani transaksi pelacuran dalam skala luar negeri itu sudah dinyatakan resmi ditahan oleh pihak kepolisian Polda Jatim terhitung pada Rabu (30/1/2019) sore, tepatnya sejak pukul 15.00 WIB.

Mangera beralasan, penundaan penahanan itu tidak mengubah wacana penahanan sesuai wewenang penyidik yang sudah mempersiapkan administrasi penahanan tersangka Vanessa Angel. “Karena ini situasional ya jadi tidak bisa kita lakukan penahanan itu pertimbangkannya faktor kemanusian dan kesehatan yang bersangkutan,” ujarnya di Mapolda Jatim pada Kamis (31/1/2019). [Abd/dbs]

Check Also

Viral..!! Sekda Papua Sebut Papua Sebagai Tanah Kedua Zionis Israel

JAYAPURA (Mata-Media.Net) – Sebuah video yang menunjukkan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen sedang viral di dunia ...