Wednesday , August 21 2019
Home / Headline / Warga Palestina Dibombardir Israel, Negara-Negara Arab Kemana & Kenapa Tak Ada Pembelaan?

Warga Palestina Dibombardir Israel, Negara-Negara Arab Kemana & Kenapa Tak Ada Pembelaan?

JALUR GAZA (Mata-Media.Net) – Saling serang terjadi antara para pejuang Islam di Palestina dengan militer Zionis Israel sejak hari Jumat (3/5/2019) lalu. Saat itu setidaknya ada 10 warga sipil Palestina di Jalur Gaza yang meninggal karena serangan brutal militer Israel. Diantara 10 orang itu salah satunya adalah bayi berusia 14 bulan juga meninggal karena serangan Israel itu.

Sedangkan pada Sabtu (4/5/2019), lebih dari 430 roket telah ditembakkan para pejuang Palestina di Gaza ke wilayah Israel sebagai respon atas serangan brutal dan bombardir militer Israel ke warga sipil Palestina. Sesat kemudian, militer Israel kembali melancarkan serangkaian serangan udara terhadap warga sipil sebagai respons atas serangan-serangan roket dari Jalur Gaza.

Salah satu gedung di Gaza yang terkena gempuran Israel diketahui menjadi lokasi kantor berita Turki, Anadolu Agency. Namun tak ada korban jiwa di gedung tersebut. Pertanyaannya, kemana negara-negara Arab seperti Mesir, Arab Saudi, Turki dan lainnya ketika warga sipil Palestina dibombardir dan kenapa tidak ada pembelaan sama sekali dari segi militer? Padahal ketika Islamic State (IS) di Suriah menguasai sejumlah wilayah di negara tersebut, sejumlah negara Arab seperti Saudi, Turki, Mesir dan lainnya langsung mengerahkan militernya untuk memerangi IS dan warga sipil Suriah yang berada dibawah kontrol IS.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada waktu kemarin hanya bisa marah dan mengecam keras Israel atas gempuran dan bombardir di Gaza tanpa adanya pengerahan militer yang dibangga-banggakan oleh Turki.

“Kami mengecam keras serangan Israel terhadap kantor Anadolu Agencydi Gaza,” ujar Erdogan dalam pernyataannya via Twitter seperti dilansir AFP, pada Senin (6/5/2019).

“Turki dan Anadolu Agency akan terus memberitahu dunia soal terorisme dan kekejaman Israel di Gaza dan bagian-bagian Palestina lainnya, meskipun ada serangan tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Negara Syiah Iran, Hassan Rouhani yang selalu koar-koar akan menghancurkan Israel dan klaimnya selalu membela Palestina juga hanya bersuara saja tanpa mengerahkan militernya. Padahal ketika rezim Syiah Suriah Bashar Ashar berperang melawan IS, Iran sebagai sekutu abadi yang menyokong dana dan senjata serta pasukan militer untuk membantu Assad.

Rouhani saat inu hanya menyerukan negara-negara berpenduduk Muslim untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menekan rezim Yahudi Israel dan mencegah pembantaian warga Palestina.

Rouhani menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani seperti dilansir media Iran, Press TV pada Selasa (7/5/2019). Hal itu disampaikan Rouhani terkait saling tempur antara Israel dan pejuang Palestina di Jalur Gaza yang telah mengakibatkan 27 warga Palestina meninggal dan 4 warga Yahudi Israel tewas.

Rouhani juga menyampaikan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan di Gaza saat ini. Rouhani pun berharap agar kerja sama politik antara negara-negara sahabat akan membantu menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Teluk Persia.

Sedangkan Qatar dan Saudi juga hanya berjanji untuk membantu warga Palestina dalam bentuk uang tanpa merinci kapan bantuan itu akan datang dan apakah tepat sasaran. Karena yang sudah terjadi sebelumnya, bantuan internasional tak sedikit yang diambil oleh kelompok nasionalis Hamas dan warga Palestina hanya mendapatkan bagian yang sedikit saja.

Sementara itu, disaat negara-negara Arab hanya kerap bersandiwara dan bermain retorika ketika membela Palestina, pejuang Islam Palestina yang berafiliasi dengan IS tak sedikit yang langsung beraksi dengan menyerang wilayah Israel. Namun yang terjadi, Hamas sebagai kaki tangan negara Iran dan Turki justru menangkapi warga dan pejuang Palestina pro IS yang melakukan perlawanan terhadap Israel.

Dan sudah bisa ditebak, kenapa negara-negara Arab termasuk Turki dan Mesir hanya diam saja ketika dibombardir oleh militer Zionis Yahudi Israel, hal itu dikarenakan karena negara-negara Arab adalah antek Salibis Amerika Serikat (IS). Sedangkan AS merupakan sekutu abadi Zionis Israel. Maka jelas tak mungkin negara-negara Arab tersebut akan menyerang Israel secara militer. [AR/dbs]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...