Saturday , September 21 2019
Home / Ragam / Analisa / Kalimat Tauhid di Hari Tasyrik Saat Idul Adha, Adakah yang Berani Mengusik?

Kalimat Tauhid di Hari Tasyrik Saat Idul Adha, Adakah yang Berani Mengusik?

(Mata-Media.Net) – Melantunkan takbir, tahlil (kalimat Tauhid), dan tahmid pada Hari Raya Idul Adha sangat dianjurkan di setiap waktu dan tempat, baik di masjid atau tempat lainnya. Hal ini karena takbir, tahlil dan tahmid pada hari Idul Adha merupakan syiar Islam yang harus dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin. Adapun lafadz takbir yang biasa dibaca adalah sebagai berikut,

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ  بُكْرَةً وَأَصِيلًا ،

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ،

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ،

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَر، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah”.

“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah dan diibadahi) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang Kafir membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa-an-Nya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-anNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah”.

Waktu pembacaannya kalimat tauhid dan tahmid tersebut adalah setelah sholat shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), hingga waktu Ashar pada akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah).

Gema kalimat tauhid (Laa Ilaha Illallah) itu juga terus dan selalu mengiringi penyembelihan hewan kurban, yang dimulai tanggal 10 Dzulhijah saat Hari Raya Idul Adha hingga hari tasyrik (tanggal 11 – 13 Dzulhijjah). Oleh karena itu, sesungguhnya kalimat tauhid itu tidak bisa dipisahkan dari umat Islam.

Kalimat tauhid saat Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik yang terus bergema itu merupakan ekspresi kecintaan umat Islam. Karena itu, wajar sekali bila banyak umat Islam yang mengekspresikan kecintaan terhadap kalimat tauhid dengan berbagai bentuknya itu dalam berbagi simbol, bendera dan atribut. Ada yang berupa kaligrafi di dinding, topi, bendera, kaos, banner dan lain-lainnya, yang mana semua itu bertuliskan kalimat tauhid, لا إله إلا الله

Inilah syiar dakwah tauhid umat Islam yang harus terus disuarakan oleh setiap Muslim, disamping juga harus dipelajari, dimaknai kandungannya dan diamalkan serta siap dengan segala konsekuensinya. Oleh karena itu, seseorang yang mengaku dirinya Muslim, bahkan Muwahhid tidak perlu takut untuk menyurakan dakwah tauhid. Selain itu, bagi orang yang mengaku dirinya Muslim juga tidak perlu takut dengan dakwah dan atribut tauhid, apalagi sampe menakut-nakuti dan mempersekusi orang lain hanya karena orang tersebut membawa bendera tauhid dan kaos atau topi bertuliskan kalimat tauhid. Sungguh sebuah ketakutan yang irasional jika seorang Muslim takut dan alergi dengan dakwah tauhid dan atribut serta simbol yang berbau tauhid.

Sebab, sejak dahulu umat Islam sudah terbiasa dengan kalimat tauhid. Bahkan, cincin dan royyah (panji atau bendera) Rasulullah juga bertuliskan kalimat tauhid. Bahkan kalau di Indonesia, masyarakat sampai ada acara tahlilan yang memang banyak membaca kalimat tauhid, meskipun acara tahlilan ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Namun karena kurangnya ilmu, dan disatu sisi kecintaan terhadap kalimat tauhid, maka hal tersebut diada-adakan.

Maka dari itu, sungguh mengherankan dan memprihatinkan jika ada seorang Muslim yang membawa bendera tauhid atau mengenakan atribut bertuliskan kalimat tauhid kemudian dipermasalahkan, dan dianggap ssbagai sosok yang radikal, ekstremis dan teroris. Namun ketika umat beramai-ramai menyuarakan kalimat tauhid dan kalimat tersebut menggema seantero dunia ketika Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik seperti sekarang ini, apakah mereka akan mengusiknya dan mempermasalahkannya?? [Abd/dbs]

Check Also

Mantan Presiden Diktator Tunisia Ben Ali Tewas di Saudi

JEDDAH (Mata-Media.Net) – Mantan presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, pemimpin pertama yang digulingkan oleh ...