Tuesday , February 25 2020
Home / Ragam / Akhir Zaman / Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jumat & Menghafalnya

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jumat & Menghafalnya

(Mata-Media.Net) – Dalam kalender Islam atau Hijriyah (H), permulaan hari itu dihitung mulai dari terbenamnya matahari pada waktu sore hari di ufuk barat. Oleh karena itu, maka hari Jumat itu dihitung atau dimulai pada hari Kamis sore menjelang Maghrib hingga hari Jumat sore menjelang Maghrib.

Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu mengistimewakan hari Jumat karena hari Jumat adalah sebaik-baik hari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu Adam diturunkan dari surga, pada hari itu pula taubatnya di terima, pada hari itu juga ia wafat, pada hari itu Kiamat akan terjadi dan tidak ada satupun binatang melata kecuali mereka menunggu pada hari Jumat sejak subuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat, kecuali jin dan manusia”. (HR. Abu Dawud, shahih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jumat itu juga dia dikeluarkan dari surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jumat”. (HR. Muslim no. 854)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) semuanya yang dirahmati Allah, ada beberapa anjuran dan sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat yang hendaknya kita amalkan sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti) Rasul.

Diantara amalan sunnah yang bernilai pahala dan bisa kita kerjakan pada hari Jumat adalah memperbanyak membaca shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut ini,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ ولَيْلَةِ الْجُمْعَةِ فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْداً وَ شَفِيْعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ –البيهقي

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Perbanyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan (hari Kamis) malam Jumat. Barangsiapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat”. (HR. Al-Baihaqi, dihasankan oleh As-Suyuthi)

Sedangkan bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad yang shahih menurut jumhur ulama adalah,

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

“Yaa Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad dan keluarga Muhammad”.

Atau bisa juga membaca shalawat yang sesuai dengan dalil shahih lainnya,

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

“Yaa Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad”. (Shahih, HR. Ath-Thabrani melalui 2 isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At-Targhib wat-Tarhib 1/273)

Atau bisa juga dengan membaca bacaan shalawat atas Nabi yang agak panjang dari jalur sahabat Thalhah bin ‘Ubaidullah radhiyallahu ‘anhu,

اللهم صل على محمد و على آل محمد كما صليت على إبراهيم و على آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد و على آل محمد كما باركت على إبراهيم و آل إبراهيم إنك حميد مجيد

“Yaa Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim,sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”. (Shahih, HR. Ahmad 1/162, An Nasa-i dalam “Sunannya 3/48 dan “Amalul Yaum wal Lailah” no 48, Abu Nu’aim dalam “Al-Hilyah” 4/373,semuanya dari jalan ‘Utsman bin Mauhab dari Musa bin Thalhah, dari bapaknya Thalhah bin ‘Ubaidullah)

Selain membaca shalawat, amalan sunnah lainnya pada hari Jumat yang bisa diamalkan oleh kaum Muslimin karena anjuran dan dalilnya begitu kuat adalah membaca surat Al-Kahfi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad-Darimi)

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (HR. An-Nasa’i dan Baihaqi)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.”

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab At-Targhib wa At-Tarhib: 1/298)

Selain itu, salah satu keutamaan membaca dan menghafal surat Al-Kahfi adalah agar bisa terhindar dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Dari An-Nawas bin Sam’an, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ

Barangsiapa diantara kalian mendapati zamannya Dajjal, bacalah awal-awal surat Al-Kahfi”. (HR. Muslim no. 2937)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

“Siapa yang menghafal sepuluh (10) ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal”. (HR. Muslim no. 809)

Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ ». قَالَ حَجَّاجٌ « مَنْ قَرَأَ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ سُورَةِ الكَهْفِ »

Barangsiapa membaca sepuluh (10) ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” Hajjaj berkata, “Barangsiapa membaca 10 ayat terakhir dari surat Al-Kahfi”. (HR. Ahmad 6: 446. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih, perowinya tsiqoh termasuk dalam periwayat shahihain –Bukhari dan Muslim- selain Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mari yang termasuk perowi Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “(Kenapa yang dianjurkan untuk dibaca adalah surat Al-Kahfi?) Karena di awal surat tersebut terdapat ayat-ayat yang menakjubkan. Siapa yang mau merenungkannya, niscaya ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal. Wallahu ‘alam.. [Edt; Abd]

Check Also

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perbatasan Turki & Iran, 7 Orang Tewas

ANKARA (Mata-Media.Net) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Turki yang berdekatan dengan perbatasan Iran pada ...