Wednesday , August 21 2019
Home / Ragam / Analisa / Kenapa Terbakarnya Gereja Katedral Notre Dame di Kota Paris Bikin Sedih Presiden AS & Perancis??

Kenapa Terbakarnya Gereja Katedral Notre Dame di Kota Paris Bikin Sedih Presiden AS & Perancis??

PARIS (Mata-Media.Net) – Banyak orang bersedih atas terbakarnya gereja Katedral Notre Dame di Paris, Perancis, termasuk tokoh-tokoh dan pemimpin Salibis Kafir dunia seperti Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.

Kebakaran besar telah melanda Katedral Notre Dame, Paris pada Senin (15/4/2019) sore waktu setempat. Kobaran api itu melalap dan meruntuhkan bangunan keagamaan umat Katolik dan salah satu tempat wisata di Perancis yang paling banyak dikunjungi wisatawan ini.

“Notre-Dame Paris terbakar. Emosi melanda seluruh bangsa. Termenung untuk semua umat Katolik dan untuk semua orang Perancis. Seperti semua rekan kita, saya sedih malam ini melihat Gereja Notre Dame terbakar,” tulis Macron dalam akun Twitter-nya pada Selasa (16/4/2019).

Macron bahkan membatalkan pidato pentingnya pada Senin malam dan lebih memilih melihat langsung pemadaman api di gereja bersejarah di Eropa bahkan di dunia itu. Macron tampak sedih ketika melihat gereja Katedral tersebut runtuh akibat amukan si jago merah.

Seperti dilansir Reuters pada Selasa, Macron menyambangi lokasi kebakaran ditemani Perdana Menteri (PM) Perancis, Edouard Philippe dan Menteri Kebudayaan Franck Riester. Mereka tampak memantau kebakaran di dekat Gereja Katedral Notre Dame.

Tak hanya Macron, Presiden AS Donald Trump juga ikut sedih dan angkat bicara terkait kebakaran yang melanda Gereja Katedral Notre Dame. Trump menyebut kebakaran tersebut sebagai peristiwa yang mengerikan.

“Sungguh mengerikan menyaksikan kebakaran besar di Katedral Notre Dame di Paris,” tulis Trump melalui akun Twitter-nya pada Selasa.

Apa dan bagaimana sejarah Gereja Katedral Notre Dame sehingga membuat para pemimpin Kafir dunia tersebut begitu bersedih atas runtuhnya gereja di Paris itu??

Katedral Notre Dame mulai dibangun pada tahun 1160 dan hampir rampung tahun 1260, tetapi masih terus mengalami perubahan selama beberapa abad selanjutnya. Pada tahun 1790-an, Notre-Dame dirusak di tengah Revolusi Perancis; banyak patung-patung keagamaan (berhala umat Katolik) yang rusak atau hancur.

Tidak lama setelah novel Victor Hugo, The Hunchback of Notre Dame yang terbit tahun 1831, masyarakat mulai tertarik dengan pelestarian katedral ini. Proyek pemugaran besar-besaran dilakukan pada tahun 1845 di bawah pengawasan Eugène Viollet-le-Duc dan berlangsung selama 25 tahun.

Sejak 1963, sisi depan katedral dibersihkan dari kotoran yang sudah mengendap berabad-abad dan dikembalikan sesuai warna aslinya. Aktivitas pembersihan dan pemugaran juga dilakukan pada tahun 1991–2000.

Sebagai katedral Keuskupan Agung Paris, Notre Dame merupakan cathedra Uskup Agung Paris (Michel Aupetit). 13 juta orang mengunjungi Notre Dame setiap tahunnya. Katedral ini merupakan monumen dan gereja Katolik terbesar setelah Vatikan di Roma yang paling banyak dikunjungi di Paris.

Jelang Revolusi Perancis di tahun 1793, sekitar 28 patung raja di dalam Gereja Katedral Notre Dame diturunkan dengan tali dan dipenggal dengan tongkat.

Momen itu melambangkan runtuhnya monarki, sekaligus dimaknai dengan pemenggalan Raja Louis XVI di awal tahun itu. Adapun, 28 kepala dari patung raja-raja tersebut kini dapat ditemukan di Musee de Cluny.

Didalam Katedral tersebut juga ada Altar Notre-Dame yang berhiaskan patung Louis XIII dan Louis XIV. Disitulah tempat para pemimpin Kafir melakukan diskusi dan pembicaraan untuk melancarkan Perang Salib terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Dengan sejarah yang begitu panjang dan penting bagi umat Kafir Katolik, maka tak mengherankan bila para pemimpin Salibis dunia begitu sedih dan terpukul akibat terbakarnya dan runtuhnya gereja Katedral Notre Dame yang sejati masih dalam tahap renovasi itu. [AR/dbs]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...