Tuesday , October 15 2019
Home / Headline / Kenapa Setelah Orgasme Saat Jima’ Tubuh Jadi Rileks & Tidur Lebih Nyenyak?

Kenapa Setelah Orgasme Saat Jima’ Tubuh Jadi Rileks & Tidur Lebih Nyenyak?

(Mata-Media.Net) – Dalam Islam, antara suami dan istri mempunyai hak yang sama dalam memperoleh kenikmatan pada saat berjima’ atau bercinta, yakni mencapai klimaks atau meraih orgasme sebagai puncak kenikmatan dalam ibadah yang satu ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالمَعْرُوفِ

“…Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf…”. (QS. Al-Baqarah 2 : 228)

Selain itu, wanita juga mempunyai nafsu syahwat yang sama seperti laki-laki, dan bahkan syahwat wanita itu lebih besar daripada laki-laki. Hal ini terbukti dengan wanita bisa meraih orgasme berulang kali ketika mendapatkan sentuhan yang optimal dari pasangan (suami). Oleh karea itu, hal yang perlu diketahui oleh para suami adalah, hakikatnya antara laki-laki dan wanita itu sama dalam urusan berjima’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنما النساء شقائق الرجال

“Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki”. (HR. Ahmad no.26195, hasan lighairihi, tahqiq Syu’aib Al-Arna’uth)

Namun beberapa wanita tidak seperti laki-laki, di mana jima’ adalah kebutuhan primer, karena kebutuhan primer wanita itu berupa perhatian, kasih sayang dan belaian terkadang melebihi kebutuhan jima’. Sehingga ada beberapa wanita yang hasrat seksual dan syahwatnya sudah merasa tercukupi dengan perhatian, kata-kata lembut nan romantis serta belaian, meskipun tidak mendapatkan kenikmatan dalam berjima’.

Akan tetapi yang perlu dicatat dan diingat baik-baik oleh para suami, tetap saja kenikmatan puncak dalam berjima’, yakni orgasme diharapkan juga oleh wanita sebagaimana agama Islam memperhatikan hal ini. Patutlah para suami memperhatikan perkataan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, beliau berkata,

لا تواقعها إلا وقد أتاها من الشهوة مثل ما أتاك لكيلا تسبقها بالفراغ

”Janganlah kamu menjima’ istrimu, kecuali dia (istrimu) telah mendapatkan syahwat seperti yang engkau dapatkan, supaya engkau tidak mendahului dia menyelesaikan jima’nya (maksudnya engkau mendapatkan kenikmatan sedangkan istrimu tidak)”.  (Al-Mughni lbnu Qudamah 8/136, Darul Fikr, Beirut, cet. I, 1405 H, Syamilah)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

قال ابن قادمة رحمه الله: ويستحب أن يلاعب امرأته قبل الجماع لتنهض شهوتها، فتنال من لذة الجماع مثل ما ناله

”Dianjurkan (disunnahkan) agar seorang suami mencumbu istrinya sebelum melakukan jima’ supaya bangkit syahwat istrinya, dan dia mendapatkan kenikmatan (orgasme) seperti yang dirasakan suaminya”. (Al-Mughni lbnu Qudamah 8/136, Darul Fikr, Beirut, cet. I, 1405 H, Syamilah)

Rasulullah juga bersabda,

إِذَا جَامَعَ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ فَلْيَصْدُقْهَا، ثُمَّ إِذَا قَضَى حَاجَتَهُ قَبْل أَنْ تَقْضِيَ حَاجَتَهَا فَلاَ يُعْجِلْهَا حَتَّى تَقْضِيَ حَاجَتَهَا

“Bila salah seorang dari kalian melakukan jima’ dengan istrinya, maka lakukan dengan sungguh-sungguh. Bila sudah terpuaskan hajatnya (meraih orgasme) namun istrinya belum mendapatkannya (orgasme), maka jangan tergesa-gesa (untuk mengakhirinya) kecuali setelah istrinya mendapatkannya juga”. (HR. Ahmad)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah, saat berjima’, tak jarang ada suami yang egois dengan mengakhiri hubungan badan antara keduanya setelah suaminya terpuaskan, sedangkan istrinya belum mendapatkan kenikmatan yang sama dengannya.

Padahal sesungguhnya orgasme itu adalah hal yang diimpikan setiap pasangan, bukan hanya salah satu pihak saja. Kenikmatan berupa orgasme itu tidak hanya akan mempererat hubungan pasangan suami istri (pasutri), akan tetapi ternyata juga membawa sejumlah manfaat bagi kesehatan. Hal ini karena saat orgasme, tubuh akan melepas sejumlah hormon yang baik bagi tubuh.

Selain itu, para ahli kesehatan juga menyarankan agar setiap pasutri menyempatkan berhubungan seksual atau berjima’ sebelum tidur atau sebelum bernagkat kerja, tujuannya agar badan atau tubuh jadi lebih rileks, tidur jadi lebih nyenyak dan pikiran menjadi lebih fresh.

Mereka bahkan mengklaim berjima’ sebelum berangkat kerja atau sebelum tidur merupakan olahraga terbaik untuk menjaga kebugaran tubuh setelah tertidur sebentar dan obat tidur terbaik dibandingkan obat lainnya ketika mau tidur. Bahkan, berjima’ sebelum tidur membuat tubuh rileks dan mengurangi stres sehingga mampu membantu terlelap lebih cepat.

Asisten profesor di Lenox Hill Hospital, New York, Amerika Serikat (AS), Robert Glatter menjelaskan efek ini timbul karena orgasme yang muncul saat berjima’. Seperti dikutip dari Pop Sugar, Glatter menjelaskan bahwa mencapai orgasme membuat tubuh memproduksi oksitosin yang dikenal juga sebagai hormon cinta. Hormon ini bermanfaat untuk menghambat pelepasan kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres.

Saat tubuh dipenuhi oksitosin dan merasakan sensasi yang nikmat, tubuh akan lebih mudah untuk tertidur. “Hasilnya, bercinta bisa menimbulkan relaksasi dan membuat tidur lebih efektif dan berkualitas,” kata Glatter.

Setelah itu, yakni seusai orgasme, tubuh akan merasa lelah dan memproduksi hormon hipofisis. Hormon ini memberikan rasa rileks dan mengantuk. Menurut Glatter, hormon ini menjaga keseimbangan tubuh setelah melewati fase-fase panas dalam berjima’.

Glatter juga menyoroti para pria kemungkinan tertidur lebih cepat ketimbang wanita. “Karena pria memiliki lebih banyak otot daripada wanita, mereka juga cenderung merasa lebih lelah setelah berhubungan seks,” ujar Glatter.

Di sisi lain setelah beberapa saat, wanita justru bakal tidur lebih nyenyak lantaran kadar estrogen meningkat setelah berjima’ dan mencapai klimaks atau orgasme. Hormon ini membuat tidur terhindar dari berbagai gangguan dan lebih berkualitas.

Maka dari itu, orgasme sebanyak satu hingga dua kali dalam seminggu dapat meningkatkan kadar immunoglobulin ​yaitu zat antibodi. Hal ini akan membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit ringan seperti flu dan demam.

Selain itu, orgasme juga membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Hasilnya, wajah pun akan terlihat lebih cerah dan bersinar. Selain itu, sebuah studi juga menunjukkan kalau perempuan yang rutin melakukan jima’ dan mengalami orgasme akan terlihat 10 tahun lebih muda.

Hal itu terjadi karena ketika seseorang orgasme, maka tubuh akan melepaskan hormon oksitosin seperti yang dijelaskan diatas. Hormon ini membantu untuk meringankan ketegangan dan menurunkan kadar stres. Hasilnya, orang tersebut pun akan merasa lebih santai dan juga rileks.

Seperti yang disebutkan di atas, maka tubuh akan melepaskan hormon oksitosin saat orgasme. Hal ini tak hanya memengaruhi kadar stres, tapi juga akan membangkitkan mood sehingga kamu merasa lebih happy dan enjoy dalam mengawali hari.

Menurut sebuah penelitian, orgasme juga bisa membantu meringankan sakit kepala. Ini karena saat orgasme, tubuh akan melepaskan hormon anti-stres yang disebut oksitosin dan endorfin. Kedua zat ini berperan sebagai pereda sakit yang alami.

Selain itu, orang yang mengalami orgasme sebanyak dua kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung koroner lebih rendah daripada mereka yang hanya mengalami orgasme sekali sebulan atau tidak sama sekali. Bahkan, ada sebuah studi yang menunjukkan kalau perempuan yang sering orgasme cenderung hidup lebih lama dibanding mereka yang jarang berjima’.

Hormon oksitosin yang dilepaskan saat orgasme juga akan membantu meringkankan rasa nyeri dan kram saat menstruasi. Selain itu, wanita yang sering mengalami orgasme juga akan memiliki siklus haid yang lebih lancar dan mengurangi ketegangan. [Edt: Abd/dbs]

Check Also

Pejuang IS Serang Markas Koalisi Salibis Internasional di Hasakah

HASAKAH (Mata-Media.Net) – Setelah menyerang markas intelijen milisi Komunis PKK, pejuang Islamic State (IS) juga menyerang ...