Sunday , December 8 2019
Home / Headline / Pahala Besar Bagi Wanita Yang Menjalani Rumah Tangga Poligami

Pahala Besar Bagi Wanita Yang Menjalani Rumah Tangga Poligami

Oleh: Furqon

(Mata-Media.Net) Sesungguhnya agama Islam yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ilmu-Nya yang maha tinggi serta hikmah dan ketentuan hukum-hukum-Nya yang maha agung adalah agama yang sempurna aturan syariatnya dalam menjamin kemaslahatan bagi umat Islam serta membawa mereka meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا}

Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu”. (QS. Al-Maa’idah 5 : 3)

Para pembaca situs online Mata-Media.Net (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, diantara ciri utama seorang Muslim yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir adalah merasa ridha dan menerima dengan sepenuh hati seluruh ketetapan dan ketentuan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman,

{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ، وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا}

Dan tidakkah patut bagi laki-laki dan perempuan yang (benar-benar) beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Ahzab 33 : 36)

Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام ديناً وبمحمد رسولاً

Akan merasakan kelezatan iman (kesempurnaan iman), orang yang ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya“. (HR. Muslim no. 34, shahih)

Tidak terkecuali dalam hal ini, yakni hukum-hukum dan syariat Islam yang dirasakan tidak sesuai dengan kemauan dan keinginan sebagian orang, seperti ta’addud atau poligami (seorang suami menikah danmempunyai lebih dari 1 istri dan maksimal yang disyariatkan adalah memiliki 4 orang istri), yang mana bila seseorang mengingkari atau membenci hukum Allah Ta’ala yang mulia tersebut, efeknya bisa menyebabkan pelakunya murtad atau keluar dari agama Islam, na’udzubillah min dzaalik. Allah berfirman yang menceritakan sifat orang-orang Kafir,

{ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ}

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada ketentuan (syariat) yang diturunkan Allah, sehingga Allah membinasakan amal-amal mereka”. (QS. Muhammad 47 : 9)

Biasanya, dan mayoritas orang yang menolak dan membenci syariat poligami ini adalah kaum wanita, meskipun ada pula dari kalangan pria yang merasa tidak suka dan membenci syariat ini, akan tetapi malah memilih untuk berzina. Padahal poligami adalah salah satu solusi untuk mencapai kemaslahatan yang sangat banyak dan besar, baik bagi wanita dan pria.

Terkhusus bagi kaum Hawa (wanita), ada beberapa alasan kenapa mereka menolak dan membenci syariat yang mulia ini, salah satunya adalah karena rasa cemburu bila harus berbagi suami dengan wanita lain atau suaminya menjadi milik wanita lain. Imam Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud rahiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” إن الله تعالى كتب الغيرة على النساء والجهاد على الرجال ، فمن صبر منهن إيمانا واحتسابا كان لها مثل أجر الشهيد ” والحديث ضعفه الألباني في ضعيف الجامع الصغير برقم 1626

“Sungguh Allah telah menetapkan rasa cemburu kepada para wanita, dan menetapkan jihad kepada para laki-laki, barangsiapa diantara mereka (para wanita) itu bersabar karena iman dan penuh pengharapan, maka baginya sama dengan pahala orang yang mati syahid”.

Padahal, jika seorang wanita atau istri itu mau bersabar dalam ketaatan kepada suaminya yang mana salah satunya ketaatan itu adalah dengan tetap taat dan menerima ketika sang suami menikah lagi baik yang kedua, ketiga atau keempat dengan cara baik dan benar, maka hal itu menjadi salah satu sebab yang akan mengantarkannya masuk surga. Rasulullah bersabda,

إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحصنت فرجها وأطاعت زوجها قيل لها : ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa (pada bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu sukai”. (HR. Ibnu Hibban, shahih)

Oleh karena itu yang patut kalian ketahui ayyuhal Muslimah, sesungguhnya seorang wanita atau istri (baik istri pertama, kedua, ketiga dan keempat) yang menjalani rumah tangga poligami akan mendapatkan pahala yang berlipat dan besar dari Allah Ta’ala. Kesabarannya atas poligami yang dilakukan oleh suaminya dengan wanita lain akan mendapatkan pahala besar dilihat dari beberapa hal :

1. Bahwa suaminya menikah lagi dengan wanita lain menjadi ujian baginya, dan jika dia bersabar akan hal itu, maka dia akan mendapatkan pahala sabar dari ujian tersebut, sebagaimana firman Allah,

( إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب ) الزمر /10

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az- Zumar 39 : 10)

Didalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga disebutkan,

” ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه‌ ” رواه البخاري (5642) ومسلم ( 2573) من حديث أبي سعيد وأبي هريرة

“Tidaklah seorang Muslim terkena penyakit, atau penyakit menahun, atau kecemasan, kesedihan, disakiti, kesusahan, sampai sebuah duri yang menancap pun kecuali Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosanya”. (HR. Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573 dari hadits Abu Sa’id dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma)

2. Jika seorang istri sebelumnya menerima poligami suaminya dengan tetap berlaku baik kepadanya dan kepada istri keduanya dan istri yang baru suaminya bersikap ihsan (baik) pula kepada istri sebelumnya dan membantu suaminya menjalani rumah tangga poligami dengan baik pula, maka baginya pahala orang-orang yang berlaku baik, seperti dalam firman Allah,

( إنه من يتق ويصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين ) يوسف / 90

“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Yusuf 12 : 90)

(هل جزاء الإحسان إلا الإحسان ) الرحمن /60

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”. (QS. Ar-Rahman 55 : 60)

وإن الله لمع المحسنين ) العنكبوت /69

“Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Ankabut 29 : 69)

3. Jika seorang istri (pertama, kedua, ketiga dan keempat) marah, namun meredam amarahnya dan menahan lisannya, maka dia akan mendapatkan pahala menahan amarah. Allah berfirman tentang penduduk surga,

( والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين ) آل عمران /134

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali ‘Imran 3 : 134)

Inilah beberapa pahala yang berlipat dan besar bagi wanita yang menjalani rumah tangga poligami, disamping pahala ketaatannya kepada suaminya pada kesehariannya. Seorang wanita yang cerdas hendaknya ridha dengan pembagian dan ketetapan Allah kepadanya, dan hendaknya dia mengetahui bahwa poligami suaminya merupakan perkara yang mubah dan tidak perlu menentangnya. Bisa jadi pernikahan keduanya, ketiganya atau keemaptnya itu akan menjadikannya lebih mampu menjaga kemaluannya dan menahannya dari perbuatan haram.

Namun sangat disayangkan sekali, banyak diantara para wanita ataupun yang sudah bergelar “Ummahat dan Akhwat” yang penolakan mereka kepada suaminya yang melakukan perbuatan haram lebih sedikit dari pada penolakan mereka kepada suaminya yang berpoligami secara halal. Inilah menunjukkan kurangnya akal dan agama mereka.

Oleha karena itu ayyuhal Muslimah, hendaknya kalian mengambil teladan yang baik kepada para istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istri-istri para sahabat beliau dalam hal kesabaran mereka, penuh pengharapan mereka (akan pahala dari Allah) meskipun ada kecemburuan yang terjadi diantara mereka.

Maka jika suami kalian menikah lagi, maka Anti harus bersabar, ridha dan tetaplah berlaku baik kepadanya agar Anda mendapatkan pahala orang-orang sabar dan orang-orang yang berbuat baik. Atau, jikalau ada seorang pria yang hendak meminang kalian wahai Muslimah yang masih sendirian sedangkan dia sudah beristri, jangan kalian pandang dengan sinis dan penuh kecurigaan karena bisa jadi mereka hendak mengambil langkah tersebut (menikah lagi) untuk menjaga kehormatannya, menginginkan anak lagi, dan tentunya alasan lainnya yang hanya diketahui oleh pria tersebut. Semoga Allah senantisa memberikan kita ketabahan, kesabaran dan kekuatan dalam menjalani dan menerima segala ketetapan Allah Subahanhu wa Ta’ala. Aamiin.. [Edt; Abd/MMC]

Check Also

Tentara Saudi Tembaki Pangkalan Militer AS di Florida, Tewaskan & Lukai 11 Tentara

FLORIDA (Mata-Media.Net) – Sebanyak 11 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka ketika seorang tentara ...