Wednesday , August 21 2019
Home / Headline / Hijrah Zaman Now (Millenia)

Hijrah Zaman Now (Millenia)

Oleh: Shaqayeq

(Mata-Media.Com) – Abad Millenia, atau yang kita kenal dengan istilah zaman now, hijrah bukan sesuatu yang asing lagi. #Hijrah mendadak menjadi viral, baik di dunia maya (dumay) maupun di dunia nyata (dunya). Bahkan kini nampak semakin banyak remaja-remaja Muslim dan Muslimah yang berbondong-bondong untuk berhijrah.

Disatu sisi, hal ini menggembirakan. Tapi disisi lain sekaligus menyedihkan. Menggembirakan, karena telah semakin banyak pemuda yang membuka diri untuk mengenal agamanya sendiri. Menyedihkan, sebab tak jarang para pemuda hanya berhenti pada celana cingkrang, jenggot, sedangkan pemudinya berhenti pada jilbab dan cadar. Lalu mengklaim bahwa mereka telah “nyunnah” dan berbangga diri pada status “Hijrah” nya.

Yups, faktanya mereka hanya berhenti pada hijrah penampilan saja. Lalu ketika kita kembalikan pada sebuah istilah “Don’t judge the book from the cover”, hal ini menjadi teramat sangat menyedihkan. Hal ini karena status “Hijrah” itu ternyata hanya karena mengikuti trend zaman now.

Hijrah” tak lebih hanya sekedar fashion saja. Lalu muncullah berbagai brand busana Muslimah, dari yang biasa saja hingga yang wow (model kekinian) yang tentunya malah membuat mereka yang berhijrah menjadi bertabarruj. Hikz

Ternyata gaes, hijrah itu menurut sebagian orang hanya tentang “hijab”, “kerudung”, “jilbab”, “gamis”. Padahal nih gaes… Hijrah itu tak hanya sekedar itu. Hijrah seperti yang dijelaskan oleh para ulama secara etimologi adalah at-tarku yaitu meninggalkan. Sedangkan secara istilah yaitu orang-orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah haramkan.

Hijrah dalam konteks Islam berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintai-Nya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang Muslim ialah orang yang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Jadi hijrah itu gaes, meninggalkan semua yang diharamkan oleh Allah. Contohnya apa nih? Yah, pertama buat Muslimah tentunya meninggalkan tabarruj. Apa sih tabarruj itu?

Tabarruj itu adalah berhias diri dihadapan yang bukan mahrom, berhias disini bukan hanya memakai make up, tapi memakai pakaian yang banyak hiasan, bentuknya dan modelnya macam-macam, bordiran sana-sini baik di baju maupun di cadarnya. Memakai jilbab yang justru menjadi perhiasan bagi wanita yang mengenakannya. Untuk menambah kecantikannya.

Tau kan gaes hikmah besar disyariatkan memakai jilbab bagi wanita ketika keluar rumah adalah untuk menutupi kecantikan dan perhiasannya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya, sebagaimana firman-Nya:

وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إلا لِبُعُوْلَتِهِنَّ أو آبائِهِنَّ

“Dan janganlah mereka (wanita-wanita yang beriman) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka, atau bapak-bapak mereka…” [QS. An-Nuur/24: 31].

Boleh memakai seperti itu hanya dihadapan suami saja, bukan dihadapan laki-laki lain, apalagi disebar disosial media melalui foto. Lalu apalagi tabarruj itu? Wanita yang keluar rumah dengan memakai minyak wangi. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang wanita, siapapun dia, jika dia (keluar rumah dengan) memakai wangi-wangian, lalu melewati kaum laki-laki agar mereka mencium bau wanginya maka wanita itu adalah seorang pezina.” [HR An-Nasa’i (no. 5126), Ahmad (4/413), Ibnu Hibban (no. 4424) dan al-Hakim (no. 3497), dinyatakan shahih oleh imam Ibnu Hibban, Al-Hakim dan adz-Dzahabi] Oleh karena itu, imam Al-Haitami menegaskan bahwa keluar rumahnya seorang wanita dengan memakai wangi-wangian dan bersolek, ini termasuk dosa besar meskipun di izinkan oleh suaminya.

Di izinkan sama suami (bagi yang sudah menikah) ajah hukumnya dosa besar, apalagi yang belum punya suami… Wkwkwk.. Hayolooohhh..

Mungkin hal ini berat ditinggalkan oleh para Muslimah, karena pada dasarnya wanita itu menyukai yang indah-indah, yang imuet, yang beda dari yang lain. Tapi ada pahala apabila meninggalkannya, ada janji Allah disana.

Ibnu Sirin pernah berkata bahwa ia mendengar Syuraih bersumpah dengan nama Allah, hamba yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka ia akan meraih apa yang pernah luput darinya.

Adapun perkataan “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”, maka ganti yang diberikan oelh Allah disini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” (Al-Fawaid, hal. 166)

Ingat sekali lagi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Allah sudah berjanji, apabila kita meninggalkan yang haram karena-Nya, maka Allah akan menggantinya. Ganti itu bukan hanya bersifat materi, tapi bisa juga berupa ketenangan hati. Kita merasa tentram karena meninggalkan yang haram, akhirnya ibadah pun menjadi baik.

Ok gaes, jadi parameter hijrah itu bukan hanya sekedar sudah ganti kerudung pendek ke kerudung panjang, sudah pakai gamis, sudah pakai cadar (bagi wanita). Atau hanya sekedar berjenggot, bercelana cingkrang, berpakaian nyunah, dan lain-lain (bagi pria).

Tapi parameter hijrah itu menjadikan kita lebih bertaqwa, lebih takut kepada Allah, takut bila Allah marah dan tidak ridho kepada kita. Tentunya kita sudah tahu bahwa taqwa itu adalah menjalankan syari’at-syari’atNya.

Nah, bagi kamu-kamu yang bener-bener niat berhijrah dari hati, dengan tulus ikhlas, bukan karena ikuti trend, bukan cuma buat keren-kerenan, bukan cuma buat dilirik gebetan, semoga Allah mudahkan prosesnya, dan mengistiqomahkan.

Pelajarilah dien ini dengan sungguh-sungguh, dan jangan mencukupkan diri hanya sebatas apa yang telah diketahui, karena ilmu Allah itu luas dan masih banyak yang harus kita pelajari selain dari apa yang sudah kita ketahui.

Jangan lupa mintalah selalu pertolongan kepada Allah agar ditetapkan hati-hati kita didalam keimanan, dan didalam agama yang lurus. Karena ujian hijrah itu lebih berat dari Ujian Akhir Sekolah or Ujian Akhir Semester, lebih berat dari ujian Skripsi ataupun tesis… Persiapkan selalu diri kita untuk menempuh dan lulus ujian. Semangat berhijrah ukhtyfillah.. [RMC]

Check Also

Kerusuhan di Papua Merembet ke Fakfak & Mimika

FAKFAK (Mata-Media.Net) – Kerusuhan di Papua sejak Selasa (20/8/2019) terus terjadi dan semakin meluas ke ...