Tuesday , October 15 2019
Home / Headline / Bangunlah Desain Peradaban Islam di Rumah-Rumah Kita

Bangunlah Desain Peradaban Islam di Rumah-Rumah Kita

Oleh: Shaqayeq

(Mata-Media.Com) Dewasa ini, kita semakin dikhawatirkan dengan hasil pendidikan yang ada di Indonesia. Jangankan peserta didik, bahkan sampai ke gurunya pun membuat kening berkerut, kepala menggeleng, dan hati begitu miris.

Dalam sebuah riset berdasarkan hasil survey UNESCO, pendidikan Indonesia berada dalam level kualitas yang sangat rendah. Bahkan kualitas para gurunya berada pada level terbawah dari negara-negara berkembang lainnya.

Sesaat, kita menjadi bengong dan berfikir keras. Bagaimana anak-anak kita bisa dididik oleh guru-guru yang tak berkualitas??

Memang, saat ini dunia pendidikan di Indonesia kebanyakan di isi oleh orang-orang yang melarikan diri dari fakta kegagalan meraih mimpi-mimpinya.

Karena lapangan pekerjaan yang semakin susah membuat mereka berbondong-bondong memasuki dunia pendidikan sebagai pelarian, walaupun hanya sebagai tenaga honorer. Intinya mengikuti gengsi. Harus bekerja, dan tak ada pilihan lain selain masuk ke ranah pendidikan.

Fakta selanjutnya, guru-guru berlomba-lomba memakai pakaian ketat meski kepala dilapisi kerudung. Pernah suatu saat, ketika saya ke sebuah daerah dan memerhatikan progress pendidikan disana, saya mendapati fakta yang sangat miris.

Bagaimana tidak? Guru-guru disana berada didaerah yang sama dengan muridnya. Satu kampung, simpelnya. Berangkat ke sekolah jam 8 pagi, dandanan menor, pakaian ketat. Pulang sekolah, kembali beredar di kampung itu dengan rok mini dan baju “You Can See” dihadapan anak-anak muridnya. Membuat saya sakit kepala tiba-tiba. “Ah nak, apa yang akan terjadi pada kalian di esok hari?”

Sedangkan di kota-kota besar, segala jenis tawuran para pelajar kerap sekali terjadi. Belum lagi pemerkosaan, tindak kekerasan,  tindakan-tindakan kriminal lainnya yang menimbulkan korban, dan mirisnya lagi usia para pelakunya masih berusia dan berstatus pelajar. Bahkan tak jarang diantaranya masih berstatus anak Sekolah Dasar (SD). Dan gurunya… asyik demam tiktok 😕 subhanalloh.

Pernah di beranda Facebook (FB) saya lewat sebuah video yang berisi sekumpulan manusia berstatus guru yang sedang asyik joged-joged tak jelas mengikuti irama musik di sebuah kelas. Dan seketika saya pun bertanya, “Apakah ini layak disebut sebagai guru?”

Seorang guru adalah role model bagi anak-anak didiknya, di gugu dan di tiru.Tapi sayangnya, fungsi guru sekarang bukanlah mendidik, tapi hanya sekedar mengajar. Hanya mencapai target kurikulum secara intelektual, dan selebihnya nol.

Begitulah potret buram pendidikan di Indonesia, di mana hasilnya pun tak jauh beda. Hal inipun bisa dilihat pada musim pengumuman lulus. Moral dan akhlak mereka runtuh hingga ketitik nadir. Tak tersisa.

Karenanya dari fakta-fakta miris ini, sebagai orangtua kita harus cerdas. Mungkin memang tidak ada sekolah bagi orang tua untuk mendidik anak. Tapi itu bukanlah alasan bagi orang tua untuk mengabaikan peran pentingnya dalam pendidikan anak.

Sebagai Muslim dan Muslimah, kita memiliki sebuah kitab yang sangat komplit, membahas segala sesuatunya bernama Al-Qur’an. Allah telah menurunkan kitab-Nya yang berisi solusi segala permasalahan dan juga telah ada sirah-sirah Nabi yang bercerita tentang keteladanan dalam pendidikan anak.

Maka tak ada udzur bagi kita para orang tua modern yang berstatus Muslim untuk menitipkan anak-anak kita ditempat yang hanya akan merusak akhlak dan moral mereka. Mengapa kita mau membayar mahal guru-guru dan sekolah-sekolah hanya untuk merusak anak-anak kita?

Bukankah di akhirat, anak-anak kita pun akan menjadi pertanggung jawaban kita sebagai orang tua dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Orang tua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin atau orang yang memiliki tanggung jawab. Dan setiap kalian akan dimintai pertanggungan jawabnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman,

…. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. (QS. At-Tahrim 66 : 6)

Maka cukuplah ketakutan kita kepada pertanyaan Allah dan malaikatnya yang mungkin tak pernah bisa kita jawab sebagai alarm. Mengingatkan kita tentang tanggung jawab besar yang harus kita pikul.

Oleh karena itu, bangunlah desain peradaban gemilang di rumah-rumah kita. Sebagai seorang aktivis Islam dan Muwahhid, kita memiliki pondasi untuk membangun keluarga kita dan kunci untuk membuka gerbang perubahan.

Mendidik anak tidak harus duduk diam menghadapi buku. Tapi kita bisa mendidik mereka dari membuka mata, hingga menutup mata lagi menuju tidur dengan pendidikan berbasis alqur’an dan sunnah. Repot? Lelah? Jangan jadi orangtua jika tidak mau repot dan lelah!

Karena lelah kita didunia, tidak akan seberapa dengan lelah kita di akhirat ketika kita dimintai pertanggung jawaban atas pendidikan anak-anak kita yang salah. Maka bersabarlah menghadapi anak-anak kita. Jangan lari dari mereka. Dan mari kita belajar bersama mereka agar terhindar dari siksa neraka dan untuk meraih surga Allah Ta’ala. Aamiin.. [RMC]

Check Also

Pejuang IS Serang Markas Koalisi Salibis Internasional di Hasakah

HASAKAH (Mata-Media.Net) – Setelah menyerang markas intelijen milisi Komunis PKK, pejuang Islamic State (IS) juga menyerang ...