Tuesday , October 15 2019
Home / Headline / Mendidik Sikap Pantang Menyerah Pada Si Kecil

Mendidik Sikap Pantang Menyerah Pada Si Kecil

Oleh: Shaqayeq

(Mata-Media.Com) – Putus asa merupakan sifat buruk pada diri manusia yang jika ditimpa musibah atau kesusahan, kemudian membuatnya menjadi kehilangan semangat. Baik itu semangat untuk hidup, semangat bekerja, semangat menyelesaikan persoalan, semangat beraktivitas sehari-hari, menimbulkan perasaan sedih, merasa bersalah, berpikir negatif, lambat berpikir, menurunnya daya tahan tubuh, mudah jatuh sakit karena yang ada hanyalah pandangan kosong, seolah-olah terhimpit oleh beban yang sangat berat, yang berada dipundaknya sehingga putus asa meracuni kehidupannya.

Para pembaca situs online Mata-Media.Com (MMC) yang dirahmati Allah semuanya, sikap putus asa merupakan sesuatu yang terlarang terutama putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala karenna termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ ﴿٥٦﴾

“Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS. Al-Hijr 15 : 56)

Dan firman-Nya:

وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿٨٧﴾

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang Kafir”. (QS. Yusuf 12 : 87)

Nah, pada si kecil terkadang kita sering mendengar lontaran-lontaran ujaran, “Iihh susah banget sih”, “Aakhh… Udah.. Gak bisa selesai, kesel!!!”, “Aku tu gak bisa bundaaa.. ”, ketika mengerjakan sesuatu yang membutuhkan waktu lama atau waktu untuk berfikir. Seperti bermain puzzle, mewarnai gambar, dan lain-lain. Familiar banget kan di telinga kita bunda??

Akibat sikap mudah menyerah ini, kita sering mendapatkan sikap mereka yang mengesalkan hati kita (biasanya…), mereka mulai rewel, tantrum, ngambek, marah-marah hingga merobek-robek kertasnya, membuat puzzlenya berantakan, kabur, hingga pelampiasan-pelampiasan lainnya yang kadang juga membuat kita mengomel (hayoo ngaku bunda.. Haha), urut dada dan hanya bisa istighfar.

Banyak dari bunda-bunda yang ketika anaknya putus asa dan mudah menyerah, bundanya pun ikut menyerah, lalu membiarkan.

Padahal ini bahaya loh bun… Jika dibiarkan, kelak anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak kuat mengharungi kehidupan yang jauh lebih kompleks, menjadi pribadi yang gampang menyerah, gampang putus asa, lari dari masalah, bahkan bisa menjadi seorang yang terus dikejar-kejar masalah karena tidak mampu menyelesaikannya. Akhirnya membuat hidup mereka kelak tidak memiliki ketenangan. Na’udzubillah ya bun… Tentunya kita semua sebagai orangtua menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi anak kita di masa depannya. Bahkan jika bisa jauh lebih baik daripada kehidupan orang tuanya.

Lalu bagaimana sih caranya agar buah hati kita memiliki sikap pantang menyerah??

Ada kiat-kiat yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai berikut:

1. Berpartisipasi Aktif Dalam kegiatan Anak

Banyak di kalangan orang tua yang kerjanya hanya main perintah saja atau “nyuruh-nyuruh” saja, tanpa mau terlibat langsung dalam kegiatan anak. Padahal partisipasi orang tua justru sangat berperan dalam menumbuhkan semangat didalam diri anak. Kenapa? Karena orang tua itu adalah role model bagi anak. Lagi pula bermain bersama anak itu seru koq bun… Bisa membuat kita menghilangkan kepenatan akibat rutinitas harian yang seperti tidak ada habisnya. Cobalah sejenak tertawa lepas bersama anak didalam dunianya. Dan rasakan sendiri bagaimana hal tersebut mempengaruhi mood kita…

2. Memakai Kalimat Positif

Kadang kala, bahkan mungkin sering. Kita sadari atau tidak, kita selalu memakai kalimat negatif terhadap anak-anak kita yang belum mampu menyelesaikan pekerjaannya. Dan hal tersebut dapat melukai perasaan anak.
Kalimat-kalimat yang kita lontarkan tersebut justru semakin menambah beban dan menghilangkan semangatnya, hingga membuatnya down. Bukan malah membangun semangat baru pada dirinya. Alhasil, akhirnya sudah dapat kita tebak. Anak menjadi ngambek, tantrum dan lain sebagainya. Contohnya : “Kenapa mewarnainya acak-acakan gitu sih? Yang benar donk!”, “Koq salah gini sih nyusun puzzlenya? Ulangi lagi sampai benar!”

Karenanya kenapa pemilihan penggunaan kalimat didalam berkomunikasi dengan anak itu penting. Karena hal tersebut dapat menentukan dan membentuk kepribadian si kecil.

Coba deh kita ganti dengan kalimat-kalimat yang tadi.

“Mewarnainya pelan-pelan saja, gak apa-apa lama, nanti gambarnya jadi bagus. Coba deh…”.

“Coba kakak pasang pelan-pelan kepingan hijau dan merah itu… Perhatikan gambarnya, pasti kakak bisa”.

Lebih enak didengar ditelinga kan? Begitupun di telinga dan dihati anak juga lebih masuk, lebih dicerna, dan lebih dapat menumbuhkan semangatnya untuk menyelesaikannya dengan baik.

3. Jangan Takut Berbuat Kesalahan Dan Gagal

Salah satu sebab yang sering membuat anak mandeg adalah takut salah dan gagal, inipun dipengaruhi oleh bagaimana orang tua menyikapi kesalahan dan kegagalannya.
Padahal orang tua pun seringkali salah atau gagal. Artinya kesalahan dan kegagalan itu wajar didalam usaha mencoba. Karena no body is perfect. Tidak ada manusia yang sempurna sekalipun itu orang dewasa.

Jadi tanamkan pada anak bahwa “kesalahan terbesar adalah tidak mau mencoba”, kenapa? Karena tanpa mencoba kita tidak pernah tahu apakah kita akan melakukan sesuatu yang benar atau tidak. Apakah kita akan berhasil atau tidak. Kita hanya bisa tahu hasilnya setelah kita mencoba dan terus mencoba.

Ketika masih gagal, kita motivasi anak untuk terus mencoba lagi hingga dia berhasil dengan baik. Dan berikan apresiasi.

4. Berikan Kalimat Motivasi Yang Sederhana

Usia anak-anak terutama batita dan balita, tentunya belum mampu mencerna kalimat-kalimat rumit seperti kalimat para motivator handal sekelas “Mario Teguh”. Jadi dalam memotivasi anak kita tidak perlu menjadi seperti Mario Teguh atau Jack Ma.

Sebab mereka belum mampu memahami kalimat-kalimat panjang seperti kata mutiara. Cukup kalimat-kalimat sederhana namun mampu membangkitkan semangatnya. Misalnya ketika dia mulai ogah-ogahan menyelesaikan gambarnya, cukup berikan kalimat penyemangat; “Sayang, gambarnya dah hampir selesai loh. Yuk kita warnai lagi biar makin cantik. Mau pakai warna apa sekarang?”

Tips pentingnya : Jangan buru-buru “come into the resque”, dan biarkan mereka menyelesaikannya sendiri. Cukup beri motivasi agar anak menjadi pantang menyerah. Selamat mencoba bunda… [Yeq]

Check Also

Pejuang IS Serang Markas Koalisi Salibis Internasional di Hasakah

HASAKAH (Mata-Media.Net) – Setelah menyerang markas intelijen milisi Komunis PKK, pejuang Islamic State (IS) juga menyerang ...